RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND QUALITY OF LIFE OF PRE-ELDERLY PEOPLE WITH RHEUMATOID ARTHRITIS
Keywords:
Stress Level, Quality of Life, Rheumatoid ArthritisAbstract
Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi, sering terjadi pada lansia dan mempengaruhi kualitas hidup. Penyakit ini menimbulkan nyeri, keterbatasan aktivitas, dan risiko kecacatan, yang dapat memicu stres. Stres berkepanjangan berpotensi memperburuk kondisi fisik dan psikologis penderita rheumatoid arthritis, sehingga berdampak pada kualitas hidup mereka.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pada pra lansia penderita rheumatoid arthritis.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 42 pra lansia penderita rheumatoid arthritis di Desa Tanjungrejo, Kabupaten Pesawaran, yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat stres dan kualitas hidup (OPQOL-Brief) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Gamma untuk mengukur hubungan antara stres dan kualitas hidup.
Hasil: Sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (42,9%), sedangkan 40,5% mengalami stres berat. Mayoritas responden memiliki kualitas hidup yang baik (81%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas hidup (p = 0,000), dimana responden dengan stres lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih rendah.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas hidup pada pra lansia penderita rheumatoid arthritis

